Show me your feelings are about to burst
Tell it to me you fool
Si Ganteng
versi ibu saya


Ayo Ngobrol
Tak Kenal Maka Tak Sayang
Cbox here. < 200px.
Terima Kasih
Kepada Pembuat Template Ini
Layout, icons, and pixel background coded/created Gabby. Images from wehearit. Inspiration from nic96ole and disasterf-all. All content belongs to cucumblr.blogspot unless stated so.
Posted on
<$BlogDateHeaderDate $>
Kerasnya Ibukota
Jakarta memang keras.

Setidaknya itulah pelajaran hidup yang saya dapat kemarin setelah berada di jakarta selama 12jam lamanya. Semua berawal dari perjalanan didaerah tempat tinggal saya tepat di belakang hotel kartika chandra ini. Baru mulai mencari tempat bernaung untuk teman saya jam 5 sore, saya sendiri kemungkinan besar tinggal bersama om saya yang juga ngekos disini, kami mendapati bahwa tak semudah membalikkan telapak tangan untuk mencari kosan yang tak berpenghuni. Setelah berjalan kesana kemari, bertanya ke kanan dan ke kiri tak satupun informasi yang menyenangkan hati datang.

Namun berkat jiwa petualang om saya yang berkeliling menggunakan sepeda lipat putih kebanggaan, timbulah secercah harapan. Ia menelepon hape saya di kala saya dan teman saya, panggil saja masbrew, sedang beristirahat kelelahan di kamarnya.

''cepat zul kesini. Ada kamar kosong!'' serunya bersemangat di ujung telepon.

''dimana om?''

''keluar gang aja, terus belok kiri.''

Saya pun langsung berlari keluar setelah menitipkan kamar ke masbrew. Menyongsong secercah harapan yang terbit di ufuk timur. Dan saya pun menemui om saya sedang menunggu di hadapan calon kosan masa depan.

''loh mana masbrew zul?''

''jagain kosan om.''

'lah kan dia yang bakalan nempatin kosan nya'

singkat cerita ada dua kamar yang kosong, satu lumayan besar, yang satu lagi tak seberapa besar namun berada di tempat yang lebih terbuka dengan sirkulasi udara yang tentu saja menyenangkan.

Saya pun hendak kembali ke kosan dan mengajak masbrew untuk dapat melihat sang kosan.

Namun tepat di depan pagar rumah kosan, sudah ada 2 orang yang menanyakan 2 kamar kosong yang tersedia. Paniklah saya, karena kejadian yang sama pernah terjadi di calon kamar kosan saya di rumah kosan om saya yang sudah dipesan dan diiyakan oleh sang pemilik rumah, namun tiba-tiba esok harinya sudah ada penghuni baru yang hinggap.

Saya langsung berlari ke masbrew, menariknya agar ikut bersama saya.

Untungnya sang kamar masih belum berpindah tangan. Dan tanpa tedeng aling aling lagi, langsung saja kami beri panjer kepada sang pemilik kamar. Memastikan agar untuk 1 bulan ke depan, satu dari dua kamar kosongnya jadi milik masbrew.

Dan ternyata di malam yang sama, kamar kosong yang satu lagi sudah menemukan pemilik barunya.

Apa jadinya kalau kami terlambat tadi malam.

Entahlah.