|
Show me your feelings are about to burst
Tell it to
me you fool
|
|
Si Ganteng
versi ibu saya
Ayo Ngobrol
Tak Kenal Maka Tak Sayang
Cbox here. < 200px.
Terima Kasih
Kepada Pembuat Template Ini
Layout, icons, and pixel background coded/created Gabby. Images from wehearit. Inspiration from
nic96ole and disasterf-all.
All content belongs to cucumblr.blogspot unless stated so.
|
Posted on
<$BlogDateHeaderDate $> Maaf Nona
Hari ini saya mendapat tugas mulia menjadi mentor PLO STEI 2010, suatu acara kaderisasi wilayah buat anak-anak TPB yang masih lucu-lucu. Dan saya yang notabene tidak serius, diminta jadi pemberi materi kepada beberapa kelompok kecil mengenai masalah kebangsaan. Wuih, beban brader.Tapi tetap saja, the show must go on, saya harus tetap jadi pementor, dan adik-adik saya harus mengerti betul tentang masalah kebangsaan ini, dan materi-materi lainnya yang dibawakan. Dan jika saja sang adik-adik tersebut berpaling dari jalan yang lurus, maka pasti ada andil salah dari saya. Haha. Tambah beban aja. Namun tak dinyana dan tak disangka saya berhasil menyelesaikan materi tentang kebangsaan ini. Berbicara dua arah dari hati ke hati mengenai semua akar permasalahan kebangsaan yang mereka dan saya ketahui. Begitu tersentuh, dan terkoyak-koyak kala menyadari bahwa di setiap jengkal negara ini ada permasalahannya masing-masing, bahkan di depan mata kami semua. Dan kami pun tersadar, bahwa kami harus bergerak. Api semangat membuncah di dada ini kawan. Dan api semangat itu membakar habis semua persediaan makanan yang tersedia di perut saya. Waktunya memang sesuai, sekarang tiba saatnya istirahat solat makan. Saya langsung mengambil langkah seribu ke kantin terdekat di kampus ganesha ini. Dengan napas terengah-engah saya tiba disana hanya untuk mendapati bahwa semua makanan sudah ludes dibabat banyak orang secara kalap. Sial. Apa boleh buat, tiada rotan, akar pun jadi. Saya berpaling ke tukang siomay yang entah kenapa ada di dekat himpunan saya.Habisnya makanan di kantin, menyebabkan tukang siomay ini kalang kabut diserbu pelanggan, dan saya pun harus mengantri sebentar sebelum kebutuhan perut paling utama ini bisa terpenuhi. Dan dibelakang saya pun beberapa orang sudah mengantri kembali, menambah panjang atrian yang terbentuk disana. Hingga akhirnya saya ada di paling depan, dan disinilah segalanya bermula. "Mau di piring atau dibungkus dek?" Melihat tumpukan piring kotor dimana-mana dan tidak tersisanya piring bersih, maka saya dengan nalar sederhana, "Bungkus mang." Sang mamang kemudian meraih bungkus plastik bening, dan kemudian membuka tutup kerucut yang menyembunyikan siomay dan kawan-kawannya agar tetap hangat. Terlihat langsung ada beberapa jenis yang bisa saya nikmati, ada siomay, tahu, kentang, dan kol. "Campur ya mang." Sang mamang dengan sigap memasukkan siomay, tahu, kentang, dan kol ke bungkus plastik saya. Namun diakhir transaksi ini tiba-tiba saya tertarik dengan satu buah telor rebus yang tersisa yang menyembul diantara para siomay. Begitu menggoda. "Tambah telor mang!" seru saya lantang. Dan tiba-tiba entah ada kejadian apa, seorang wanita dibelakang saya berteriak histeris, kencang sekali, lalu langsung memeluk temannya yang juga sedang mengantri. Otomatis saya kaget, berusaha mencari ada apa sebenarnya, menengok ke kanan ke kiri. Namun kemudian terdengar alasannya dengan jelas, teramat jelas. "Gue udah nge-take telornya. Huaaaaa." Jelaslah sudah. Telornya tinggal satu, dan saya ambil. Maaf ya nona, tapi urusan perut tak bisa jadi nomor dua. Labels: batagor, hme itb, istirahat makan, kampus, mentor, PLO STEI 2010 |